Pages

Serangan Pada Jaringan WAN

Kamis, 27 Oktober 2016

Beberapa Ancaman dan Serangan
 
Tujuan utama dengan adanya keamanan adalah untuk membatasi akses informasi dan sesumber hanya untuk pemakai yang memiliki hak akses. Keamanan jaringan juga merupakan suatu keharusan sebagaimana keamanan host lokal. Dengan sistem tunggal anda, atau jaringan komputasi terdistribusi, Internet, atau ratusan, bila tidak ribuan atau lebih komputer pada jaringan yang sama, anda tidak dapat mengandalkan setiap sistem aman. Memastikan pemakai yang dijinkan hanyalah satu-satunya yang menggunakan sumber daya jaringan anda, membangun firewall, menggunakan enkripsi yang baik, dan meyakinkan tidak ada mesin yang buruk, atau tidak aman pada jaringan anda adalah tugas administrator keamanan jaringan.

Ancaman Keamanan:
Ø  Leakage (Kebocoran) : pengambilan informasi oleh penerima yang tidak berhak
Ø  Tampering : pengubahan informasi yang tidak legal
Ø  Vandalism (Perusakan) : gangguan operasi system tertentu. Si pelaku tidak mengharap
keuntungan apapun.

-  Serangan pada sistem terdistribusi tergantung pada pengkasesan ke saluran komunikasi yang ada atau 
-  Penyerangan Pasive, Hanya mengamati komunikasi atau data.
-  Penyerangan Aktif, Secara aktif memodifikasi komunikasi atau data.
- Pemalsuan atau Pengubahan Email
- TCP/IP Spoofing

Beberapa Metode Penyerangan
- Eavesdropping, mendapatkan duplikasi pesan tanpa ijin
- Masquerading, Mengirim atau menerima pesanmenggunakan identitas lain tanpa ijin mereka
- Message Tampering, Mencegat atau menangkap pesan dan mengubah isinya sebelum dilanjutkan ke penerima sebenarnya. “Man-In-The-Middle Attack (MITM)” adalah bentuk Message Tampering dengan mencegat pesan pertama pada pertukaran kunci enkripsi pada pembentukan suatu saluran yang aman. Penyerang menyisipkan kunci lain yang memungkinkan dia untuk mendekrip pesan berikutnya seelum dienkrip oleh penerima.
- Replaying, menyimpan pesan yang ditangkap untuk pemakaian berikutnya.
- Denial of Service, membanjiri saluran atau sesumber lain dengan pesan yang bertujuan untuk menggagalkan pengaksesan pemakai lain.
 
Macam-macam Serangan Pada Jaringan WAN
1.                 DoS (Deniel of Services)
Deniel of Services (DoS) ini adalah salah satu ancaman keamanan jaringan yang membuat suatu layanan jaringan jadi mampet, serangan yang membuat jaringan anda tidak bisa diakses atau serangan yang membuat system anda tidak bisa memproses atau merespon terhadap traffic yang legitimasi atau permintaan layanan terhadap object dan resource jaringan. Bentuk umum dari serangan Denial of Services ini adalah dengan cara mengirim paket data dalam jumlah yang sangat bersar terhadap suatu server dimana server tersebut tidak bisa memproses semuanya. Bentuk lain dari serangan keamanan jaringan Denial of Services ini adalah memanfaatkan telah diketahuinya celah yang rentan dari suatu operating system, layanan-2, atau applikasi-2. Exploitasi terhadap celah atau titik lemah system ini bisa sering menyebabkan system crash atau pemakaian 100% CPU.

Tidak semua Denial of Services ini adalah merupakan akibat dari serangan keamanan jaringan. Error dalam coding suatu program bisa saja mengakibatkan kondisi yang disebut DoS ini.

2.                 Man-In-The-Middle (MITM) Attack
Serangan ini sering terjadi pada pengguna internet yang tidak mengamankan jalur komunikasinya saat mengirim data penting. Sesuai namanya Man-in-The-Middle merupakan serangan dengan cara "mendengarkan" data yang lewat saat 2 terminal sedang melakukan komunikasi. Celakanya lagi kedua terminal tadi tidak menyadari adanya pihak ketiga ditengah jalur komunikasi mereka.

3.                 Spoofing
Spoofing adalah seni untuk menjelma menjadi sesuatu yang lain. Spoofing attack terdiri dari IP address dan node source atau tujuan yang asli atau yang valid diganti dengan IP address atau node source atau tujuan yang lain.

4.                 Trojan Horse
Trojan horse atau Kuda Troya atau yang lebih dikenal sebagai Trojan dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Tujuan dari Trojan adalah memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak akses pada target).

5.                 Ping Of Death
Ping Kematian ( Ping of death disingkat POD) adalah jenis serangan pada komputer yang melibatkan pengiriman ping yang salah atau berbahaya ke komputer target. Sebuah ping biasanya berukuran 56 byte (atau 84 bytes ketika header IP dianggap). Dalam sejarahnya, banyak sistem komputer tidak bisa menangani paket ping lebih besar daripada ukuran maksimum paket IP, yaitu 65.535 byte. Mengirim ping dalam ukuran ini (65.535 byte) bisa mengakibatkan kerusakan (crash) pada komputer target.

6.                 Sniffer
Suatu serangan keamanan jaringan dalam bentuk Sniffer (atau dikenal sebagai snooping attack) merupakan kegiatan user perusak yang ingin mendapatkan informasi tentang jaringan atau traffic lewat jaringan tersebut. suatu Sniffer sering merupakan program penangkap paket yang bisa menduplikasikan isi paket yang lewat media jaringan kedalam file. Serangan Sniffer sering difokuskan pada koneksi awal antara client dan server untuk mendapatkan logon credensial, kunci rahasia, password dan lainnya.

7.                 Spamming
Spam yang umum dijabarkan sebagai email yang tak diundang ini, newsgroup, atau pesan diskusi forum. Spam bisa merupakan iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan. Spam pada umumnya bukan merupakan serangan keamanan jaringan akan tetapi hampir mirip DoS.

8.                 UDP Bomb Attack
UDP Bomb attack adalah suatu serangan bertipe Denial of Service (DoS) terhadap suatu server atau komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Untuk melakukan serangan UDP Bomb terhadap suatu server, seorang penyerang mengirim sebuah paket UDP (User Datagram Protocol) yang telah dispoof atau direkayasa sehingga berisikan nilai-nilai yang tidak valid di field-field tertentu. Jika server yang tidak terproteksi masih menggunakan sistem operasi (operating system) lama yang tidak dapat menangani paketpaket UDP yang tidak valid ini, maka server akan langsung crash. Contoh sistem operasi yang bisa dijatuhkan oleh UDP bomb attack adalah Sun OS versi 4.1.3a1 atau versi sebelumnya. Kebanyakan sistem operasi akan membuang paket-paket UDP yang tidak valid, sehingga sistem operasi tersebut tidak akan crash. Namun, supaya lebih aman, sebaiknya menggunakan paket filtering melalui firewall untuk memonitor dan memblokir serangan seperti UDP Bomb attack.

9.                 Phising Mail
Phising bisa dikatakan sebagai bentuk penipuan. Ini karena phising sangat mudah dibuat, tetapi dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Untuk membuat phising tidak diperlukan keahlian dalam menjebol sistem yang canggih, tapi cukup memahami apa yang disebut dengan social engineering, atau kelemahan orang saat menginterpretasikan sebuah informasi dikomputer. Kasus phising yang pernah populer adalah kasus penyamaran domain "klikbca" beberapa tahun lalu. Dengan memanfaatkan salah persepsi orang tenang kata "klikbaca" (clickbca, klik-bca, dan lain lain), pembuat phising dapat dengan mudah menjebak korbannya kedalam situs palsu.

10.            Worm
Worm merupakan sebuah program komputer kecil yang bisa menyebar tanpa harus menumpang pada file tertentu (independen). Media penyebarannya melalui jaringan, baik lokal maupun internet. Beberapa worm dibuat untuk melumpuhkan jaringan, tapi ada juga yang dibuat untuk mengambil data dan menghapus file.

11.            DNS Forgery/Cache Poisoning
Bentuk lain serangan dengan menggunakan DNS adalah  DNS Cache Poisoning. Serangan ini
memanfaatkan cache dari setiap server DNS yang merupakan tempat penyimpanan sementara
data-data domain yang bukan tanggung jawab server DNS tersebut.

Sumber :