Beberapa Ancaman dan Serangan
Tujuan utama dengan adanya keamanan
adalah untuk membatasi akses informasi dan sesumber hanya untuk pemakai yang
memiliki hak akses. Keamanan jaringan juga merupakan suatu keharusan
sebagaimana keamanan host lokal. Dengan sistem tunggal anda, atau jaringan
komputasi terdistribusi, Internet, atau ratusan, bila tidak ribuan atau lebih
komputer pada jaringan yang sama, anda tidak dapat mengandalkan setiap sistem
aman. Memastikan pemakai yang dijinkan hanyalah satu-satunya yang menggunakan
sumber daya jaringan anda, membangun firewall, menggunakan enkripsi yang baik,
dan meyakinkan tidak ada mesin yang buruk, atau tidak aman pada jaringan anda
adalah tugas administrator keamanan jaringan.
Ancaman Keamanan:
Ø Leakage (Kebocoran) : pengambilan
informasi oleh penerima yang tidak berhak
Ø Tampering : pengubahan informasi yang tidak legal
Ø Vandalism (Perusakan)
: gangguan operasi system tertentu. Si pelaku tidak mengharap
keuntungan apapun.
- Serangan pada
sistem terdistribusi tergantung pada pengkasesan ke saluran komunikasi yang ada
atau
- Penyerangan
Pasive, Hanya mengamati komunikasi atau data.
- Penyerangan
Aktif, Secara aktif memodifikasi komunikasi atau data.
- Pemalsuan atau Pengubahan
Email
- TCP/IP Spoofing
Beberapa Metode Penyerangan
- Eavesdropping, mendapatkan duplikasi pesan
tanpa ijin
- Masquerading, Mengirim atau menerima
pesanmenggunakan identitas lain tanpa ijin mereka
- Message Tampering, Mencegat atau menangkap
pesan dan mengubah isinya sebelum dilanjutkan ke penerima sebenarnya.
“Man-In-The-Middle Attack (MITM)” adalah bentuk Message Tampering dengan
mencegat pesan pertama pada pertukaran kunci enkripsi pada pembentukan suatu
saluran yang aman. Penyerang menyisipkan kunci lain yang memungkinkan dia untuk
mendekrip pesan berikutnya seelum dienkrip oleh penerima.
- Replaying, menyimpan pesan yang
ditangkap untuk pemakaian berikutnya.
- Denial
of Service,
membanjiri saluran atau sesumber lain dengan pesan yang bertujuan untuk menggagalkan
pengaksesan pemakai lain.
Macam-macam Serangan Pada Jaringan WAN
1.
DoS (Deniel of Services)
Deniel of Services (DoS) ini adalah
salah satu ancaman keamanan jaringan yang membuat suatu layanan jaringan jadi
mampet, serangan yang membuat jaringan anda tidak bisa diakses atau serangan
yang membuat system anda tidak bisa memproses atau merespon terhadap traffic
yang legitimasi atau permintaan layanan terhadap object dan resource jaringan.
Bentuk umum dari serangan Denial of Services ini adalah dengan cara mengirim
paket data dalam jumlah yang sangat bersar terhadap suatu server dimana server
tersebut tidak bisa memproses semuanya. Bentuk lain dari serangan keamanan
jaringan Denial of Services ini adalah memanfaatkan telah diketahuinya celah
yang rentan dari suatu operating system, layanan-2, atau applikasi-2. Exploitasi
terhadap celah atau titik lemah system ini bisa sering menyebabkan system crash
atau pemakaian 100% CPU.
Tidak semua Denial of Services ini
adalah merupakan akibat dari serangan keamanan jaringan. Error dalam coding
suatu program bisa saja mengakibatkan kondisi yang disebut DoS ini.
2.
Man-In-The-Middle (MITM) Attack
Serangan ini
sering terjadi pada pengguna internet yang tidak mengamankan jalur
komunikasinya saat mengirim data penting. Sesuai namanya Man-in-The-Middle
merupakan serangan dengan cara "mendengarkan" data yang lewat saat 2
terminal sedang melakukan komunikasi. Celakanya lagi kedua terminal tadi tidak
menyadari adanya pihak ketiga ditengah jalur komunikasi mereka.
3.
Spoofing
Spoofing
adalah seni untuk menjelma menjadi sesuatu yang lain. Spoofing attack terdiri
dari IP address dan node source atau tujuan yang asli atau yang valid diganti
dengan IP address atau node source atau tujuan yang lain.
4.
Trojan Horse
Trojan
horse atau Kuda Troya atau yang lebih dikenal
sebagai Trojan dalam keamanan komputer merujuk kepada
sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware)
yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Tujuan dari Trojan adalah
memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam
system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak
akses pada target).
5.
Ping Of Death
Ping
Kematian ( Ping of death disingkat POD) adalah jenis serangan
pada komputer yang melibatkan pengiriman ping yang salah
atau berbahaya ke komputer target. Sebuah ping biasanya berukuran
56 byte (atau 84 bytes ketika header IP dianggap). Dalam sejarahnya,
banyak sistem komputer tidak bisa menangani paket ping lebih besar
daripada ukuran maksimum paket IP, yaitu 65.535 byte. Mengirim ping dalam
ukuran ini (65.535 byte) bisa mengakibatkan kerusakan (crash) pada
komputer target.
6.
Sniffer
Suatu
serangan keamanan jaringan dalam bentuk Sniffer (atau dikenal sebagai
snooping attack) merupakan kegiatan user perusak yang ingin mendapatkan
informasi tentang jaringan atau traffic lewat jaringan tersebut. suatu Sniffer
sering merupakan program penangkap paket yang bisa menduplikasikan isi paket
yang lewat media jaringan kedalam file. Serangan Sniffer sering difokuskan pada
koneksi awal antara client dan server untuk mendapatkan logon credensial, kunci
rahasia, password dan lainnya.
7.
Spamming
Spam
yang umum dijabarkan sebagai email yang tak diundang ini, newsgroup, atau pesan
diskusi forum. Spam bisa merupakan iklan dari vendor atau bisa berisi kuda
Trojan. Spam pada umumnya bukan merupakan serangan keamanan jaringan akan
tetapi hampir mirip DoS.
8.
UDP Bomb Attack
UDP
Bomb attack adalah suatu serangan bertipe Denial of Service (DoS) terhadap
suatu server atau komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Untuk melakukan
serangan UDP Bomb terhadap suatu server, seorang penyerang mengirim sebuah
paket UDP (User Datagram Protocol) yang telah dispoof atau direkayasa sehingga
berisikan nilai-nilai yang tidak valid di field-field tertentu. Jika server
yang tidak terproteksi masih menggunakan sistem operasi (operating system) lama
yang tidak dapat menangani paketpaket UDP yang tidak valid ini, maka server
akan langsung crash. Contoh sistem operasi yang bisa dijatuhkan oleh UDP bomb
attack adalah Sun OS versi 4.1.3a1 atau versi sebelumnya. Kebanyakan sistem
operasi akan membuang paket-paket UDP yang tidak valid, sehingga sistem operasi
tersebut tidak akan crash. Namun, supaya lebih aman, sebaiknya menggunakan
paket filtering melalui firewall untuk memonitor dan memblokir serangan seperti
UDP Bomb attack.
9.
Phising Mail
Phising
bisa dikatakan sebagai bentuk penipuan. Ini karena phising sangat mudah dibuat,
tetapi dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Untuk membuat phising
tidak diperlukan keahlian dalam menjebol sistem yang canggih, tapi cukup
memahami apa yang disebut dengan social engineering, atau kelemahan orang saat
menginterpretasikan sebuah informasi dikomputer. Kasus phising yang pernah
populer adalah kasus penyamaran domain "klikbca" beberapa tahun lalu.
Dengan memanfaatkan salah persepsi orang tenang kata "klikbaca"
(clickbca, klik-bca, dan lain lain), pembuat phising dapat dengan mudah
menjebak korbannya kedalam situs palsu.
10.
Worm
Worm
merupakan sebuah program komputer kecil yang bisa menyebar tanpa harus
menumpang pada file tertentu (independen). Media penyebarannya melalui jaringan,
baik lokal maupun internet. Beberapa worm dibuat untuk melumpuhkan jaringan,
tapi ada juga yang dibuat untuk mengambil data dan menghapus file.
11.
DNS Forgery/Cache Poisoning
Bentuk
lain serangan dengan menggunakan DNS adalah DNS Cache Poisoning. Serangan
ini
memanfaatkan cache dari setiap server DNS yang merupakan tempat penyimpanan sementara
data-data domain yang bukan tanggung jawab server DNS tersebut.
memanfaatkan cache dari setiap server DNS yang merupakan tempat penyimpanan sementara
data-data domain yang bukan tanggung jawab server DNS tersebut.
Sumber :
